Dunia Anak adalah Dunia Bermain
“Dunia anak adalah dunia
bermain” ungkapan tersebut merupakan mempresentasikan bagaimana kehidupan di
dunia anak yang sarat dengan kegembiraan dan kesenangan. Nah, beda halnya dengan anak-anak yang ikut dalam
sebuah ekstrakuler. Kebanyakan anak-anak mengikuti ekstrakulikuler sewaktu
mengenyam pendidikan dasar dan taman kanak-kanak. Sepertihalnya ekstra
angklung, drumband, gambar, bernyanyi dan lain-lain. Mengurusi ekstrakulikuler
pada anak-anak sangat berbeda degan mengurusi ektra pada jenjang SMP dan SMA.
Kegiatan ekstrakulikuler pada anak harusnya tidak mengambil dunia anak yang
diciptakan untuk bergembira dan bersenang-senang.
Sehinggga diperlukan
penanganan khusus dalam melatih anak-anak supaya tidak bosan dalam mengikuti
estrakulikuler. Anak-anak juga tidak dibuat dunia anak mereka direnggut oleh
ektrakulikuler tersebut. Kita ambil contoh ekstra drumband anak-anak. Hampir
setiap taman pendidikan, taman kanak kanak pasti terdapat ekstrakulikuler
drumband. Ekstrakulikuler drumband anak anak bagi taman kanak kanak sangat sering
diselenggarakan di tingkat daerah maupun tingkat provinsi.
Kadang kala timbul
persaingan antar taman kanak kanak untuk mendapatkan gelar juara. Sehingga
diperlukan pelatihan yang intensif dan rutin. Ini yang menjadi persoalan anak
yang seharusnya bermain di arahkan untuk mengikuti latihan yang rutin. Pelatih
atau pembina diharuskan mengerti bagaimana sikap dan tingkah anak-anak.
Contohnya pemilihan alat musik drumband anak anak. Pemilihan alat musik tergantung pada
potensi si anak didik. Kadang-kadang orang tua tidak menghendaki pilihan
pelatih tetapi pelatih ini mempunyai Hak Preogatif untuk memilih alat musik
sesuai bakat dan kemampuan anak didiknya.
Pelatih juga harus bisa
memilih lagu dan komposisi musik drumband anak anak yang mudah dipahami oleh anak-anak. Pelatih
juga harus bisa memahami setiap karakter anak yang berbeda-beda. Sehingga
pelatih harus mempunyai kesabaran yang tinggi pula untuk melatih anak-anak.
Sehingga pelatih harus membuat
anak-anak senang dan menyukai ekstra tersebut tanpa menganggap ekstra tersebut
sebagai beban anak anak. Kalau mendapatkan juara itu adalah bonus dari kerja
keras latihan. Dari perlombaan tersebut timbul daya saing dari anak-anak.
Sehingga anak-anak dibiasakan memliki
mental sportif sejak dini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar