" " drumband anak anak paud: Dunia Anak adalah Dunia Bermain

Kamis, 09 Februari 2017

Dunia Anak adalah Dunia Bermain

Dunia Anak adalah Dunia Bermain

“Dunia anak adalah dunia bermain” ungkapan tersebut merupakan mempresentasikan bagaimana kehidupan di dunia anak yang sarat dengan kegembiraan dan kesenangan. Nah, beda halnya dengan anak-anak yang ikut dalam sebuah ekstrakuler. Kebanyakan anak-anak mengikuti ekstrakulikuler sewaktu mengenyam pendidikan dasar dan taman kanak-kanak. Sepertihalnya ekstra angklung, drumband, gambar, bernyanyi dan lain-lain. Mengurusi ekstrakulikuler pada anak-anak sangat berbeda degan mengurusi ektra pada jenjang SMP dan SMA. Kegiatan ekstrakulikuler pada anak harusnya tidak mengambil dunia anak yang diciptakan untuk bergembira dan bersenang-senang.
Sehinggga diperlukan penanganan khusus dalam melatih anak-anak supaya tidak bosan dalam mengikuti estrakulikuler. Anak-anak juga tidak dibuat dunia anak mereka direnggut oleh ektrakulikuler tersebut. Kita ambil contoh ekstra drumband anak-anak. Hampir setiap taman pendidikan, taman kanak kanak pasti terdapat ekstrakulikuler drumband. Ekstrakulikuler drumband anak anak bagi taman kanak kanak sangat sering diselenggarakan di tingkat daerah maupun tingkat provinsi.

Kadang kala timbul persaingan antar taman kanak kanak untuk mendapatkan gelar juara. Sehingga diperlukan pelatihan yang intensif dan rutin. Ini yang menjadi persoalan anak yang seharusnya bermain di arahkan untuk mengikuti latihan yang rutin. Pelatih atau pembina diharuskan mengerti bagaimana sikap dan tingkah anak-anak. Contohnya pemilihan alat musik drumband anak anak. Pemilihan alat musik tergantung pada potensi si anak didik. Kadang-kadang orang tua tidak menghendaki pilihan pelatih tetapi pelatih ini mempunyai Hak Preogatif untuk memilih alat musik sesuai bakat dan kemampuan anak didiknya.

Pelatih juga harus bisa memilih lagu dan komposisi musik drumband anak anak yang mudah dipahami oleh anak-anak. Pelatih juga harus bisa memahami setiap karakter anak yang berbeda-beda. Sehingga pelatih harus mempunyai kesabaran yang tinggi pula untuk melatih anak-anak.
Sehingga pelatih harus membuat anak-anak senang dan menyukai ekstra tersebut tanpa menganggap ekstra tersebut sebagai beban anak anak. Kalau mendapatkan juara itu adalah bonus dari kerja keras latihan. Dari perlombaan tersebut timbul daya saing dari anak-anak. Sehingga anak-anak dibiasakan  memliki mental sportif sejak dini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar